Oli Mesin Hybrid Ternyata Khusus, Ini Bahayanya Jika Disamakan dengan Mobil Bensin!

Redaksi OtotekInfo
4 Min Read

OTOTEKINFO.COM – Banyak orang mengira bahwa memiliki mobil hybrid hanya soal irit bensin dan ramah lingkungan. Namun, di balik kecanggihannya, mobil hybrid memiliki karakteristik mesin yang sangat berbeda dari mobil konvensional (Internal Combustion Engine – ICE).

Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan pemilik mobil hybrid di Indonesia adalah menyamakan oli mesinnya dengan oli mobil bensin biasa. Padahal, menurut para ahli otomotif di podcast “Risyad and Son” bersama Dokter Mobil, tindakan ini bisa berujung pada kerusakan mesin yang sangat mahal.

BACA JUGA: Jangan Sampai Liburan Berujung Drama, Cek 7 Komponen Mobil Ini Sebelum Mudik Lebaran

Kenapa Mobil Hybrid Butuh Oli Khusus?

Ko Lunglung menjelaskan bahwa mesin hybrid bekerja dengan sistem Atkinson Cycle, berbeda dengan mobil bensin biasa yang menggunakan Otto Cycle. Perbedaan ini menciptakan tantangan tersendiri bagi pelumasan mesin:

  1. Sering “Start-Stop” Mendadak: Mesin hybrid sering mati dan nyala secara otomatis saat beralih dari motor listrik ke mesin bensin. Saat mesin baru menyala, oli harus langsung melumasi dengan cepat tanpa jeda “pemanasan”.
  2. Suhu Kerja yang Tidak Stabil: Karena mesin sering mati saat mobil melaju pelan (menggunakan mode EV), mesin bensin pada mobil hybrid jarang mencapai suhu optimal yang stabil. Hal ini memicu penumpukan uap air dan pengenceran bahan bakar dalam oli.
  3. Putaran Mesin (RPM) Langsung Tinggi: Di podcast tersebut diungkapkan bahwa saat mesin hybrid menyala, ia seringkali langsung bekerja di putaran tinggi (sekitar 2.000 RPM) tanpa proses idle perlahan. Jika oli tidak cukup encer dan licin, gesekan antar komponen akan sangat kasar.

Bahayanya Pakai Oli Bensin Biasa pada Mobil HybridOli Mesin Hybrid Ternyata Khusus, Ini Bahayanya Jika Disamakan dengan Mobil Bensin!

Jika Anda nekat menggunakan oli bensin biasa (terutama yang memiliki viskositas kental), berikut adalah risiko yang mengintai:

  • Mesin “Loyo” & Boros Bensin: Oli yang terlalu kental menciptakan hambatan berat bagi mesin Atkinson Cycle. Akibatnya, efisiensi bahan bakar yang Anda kejar dari teknologi hybrid justru hilang.
  • Keausan Dini: Karena mesin hybrid sering menyala mendadak di RPM tinggi, oli bensin biasa tidak cukup cepat sampai ke sela-sela komponen mesin saat dibutuhkan.
  • Kerusakan Komponen Internal: Dalam jangka panjang, penggunaan oli yang tidak sesuai spek bisa merusak sistem variable valve timing yang sangat sensitif pada mobil hybrid.

Rekomendasi Jenis Oli untuk Mobil Hybrid

BACA JUGA:Kolaborasi Suzuki, Toyota, dan Daihatsu Hadirkan e Every untuk Mobilitas Bisnis, Jarak Tempuh Mampu 257 Km

Oli untuk mobil hybrid umumnya sangat encer, biasanya memiliki kode viskositas 0W-16 atau 0W-20. Oli ini dirancang untuk tetap mengalir lancar bahkan dalam kondisi mesin dingin sekalipun.

Jika Anda ingin menjaga performa mobil hybrid tetap prima, pastikan menggunakan oli yang sudah tersertifikasi khusus untuk mesin hybrid. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa Anda cari

  1. Mobil 1 0W-20 Full Synthetic: Oli legendaris yang memiliki perlindungan luar biasa terhadap suhu panas dan sangat licin untuk membantu efisiensi bahan bakar. Link:  https://s.shopee.co.id/1qXGPH79JJ?share_channel_code=1
  2. Shell Helix Ultra Hybrid 0W-20: Menggunakan teknologi PurePlus (gas alam cair) yang menjaga mesin tetap bersih dari kerak meskipun suhu mesin tidak stabil. Link :  https://s.shopee.co.id/9KdHLEig79?share_channel_code=1
  3. Toyota Motor Oil (TMO) Hybrid 0W-16: Pilihan aman bagi pengguna mobil Toyota seperti Innova Zenix Hybrid atau Corolla Cross Hybrid. Link : https://s.shopee.co.id/BP2QSXLsY?share_channel_code=1
Share This Article
Tidak ada komentar