
SEMARANG – Ruang Arimbi di Hotel Patra Semarang siang itu dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Sebagian calon jamaah tampak khusyuk mencatat penjelasan, sebagian lain sesekali mengangguk pelan ketika pembicara mengingatkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati.
Musim haji 2026 memang terasa berbeda. Tahun ini menjadi penanda babak baru penyelenggaraan ibadah haji Indonesia setelah pemerintah resmi menempatkan pengelolaannya di bawah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.
Perubahan itu bukan hanya soal kelembagaan. Pemerintah juga memastikan tidak ada lagi program haji furoda atau mujamalah yang selama ini kerap menjadi jalan alternatif bagi calon jamaah.
Oli Mesin Hybrid Ternyata Khusus, Ini Bahayanya Jika Disamakan dengan Mobil Bensin!
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, Muhammad Arif Hanafi, mengatakan kebijakan baru tersebut diambil demi menciptakan sistem yang lebih tertib dan aman.
“Tidak ada penerbitan visa haji furoda atau mujamalah untuk tahun 2026 guna menekan penipuan,” katanya saat memberikan pembinaan kepada calon jamaah haji khusus 2026 PT Abu Bakar Berkah Tour (ABBA Tour), Minggu (10/5).
Di hadapan lebih dari 50 calon jamaah, Arif menjelaskan perubahan besar lain yang mulai berlaku tahun ini, yakni penyeragaman masa tunggu haji reguler menjadi 26 tahun secara nasional.
“Mulai tahun 2026, antrean haji reguler di Indonesia diseragamkan menjadi 26 tahun secara nasional. Kebijakan ini merupakan hasil restrukturisasi kuota haji oleh pemerintah,” ujarnya.
Bagi sebagian masyarakat, angka 26 tahun mungkin terdengar panjang. Namun di balik itu, pemerintah berharap sistem antrean yang lebih seragam dapat menciptakan keadilan bagi calon jamaah di seluruh daerah.
Tak hanya Indonesia yang berbenah. Pemerintah Arab Saudi juga memperketat pengawasan terkait visa dan haji ilegal. Pelanggaran aturan keimigrasian kini bisa berujung denda besar, deportasi, hingga larangan masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun.
Arif mengingatkan calon jamaah agar tidak tergoda jalur-jalur tidak resmi dan fokus mempersiapkan ibadah secara benar.
“Tiap embarkasi dilayani oleh satu syarikah saja,” katanya, seraya menjelaskan dua syarikah yang ditunjuk untuk melayani jamaah Indonesia pada fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina yakni Raqeen Mashariq serta Al Bait Guests.
Meski aturan semakin ketat, pemerintah tetap membuka harapan baru. Visi 2030 Arab Saudi yang mendorong peningkatan layanan umrah dan haji diyakini dapat berdampak pada tambahan kuota jamaah Indonesia di masa mendatang.
“Diharapkan dapat memperpendek waiting list atau daftar tunggu yang terlalu panjang,” ujar Arif.
Bingung Pilih Laptop Harga Mahasiswa? Simak 5 Rekomendasi Laptop Andal untuk Tugas dan Desain
Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Abu Bakar Berkah Tour, Jumadi Sastradiharja, memastikan seluruh jamaah haji khusus yang dibimbing pihaknya telah siap diberangkatkan pada 17 Mei mendatang.
“Alhamdulillah mereka sudah siap berangkat, semua dokumen siap, penerbangan menggunakan Garuda dan akan menempati Maktab 111 di Tanah Suci Makkah,” katanya.
Namun persiapan haji, menurutnya, bukan hanya soal dokumen dan koper. Kondisi kesehatan jamaah kini menjadi perhatian serius karena syarat istithaah kesehatan diterapkan lebih ketat.
“Pesan kami, jaga kesehatan menjelang keberangkatan ibadah haji ini,” ujarnya.
Suasana manasik semakin hening ketika pengasuh Ponpes Darul Falah Jekulo Kudus, KH Badawi Basyir, mulai berbicara tentang niat.
Menurutnya, perjalanan haji harus dimulai dari hati yang bersih dan pemahaman ibadah yang benar.
“Manasik seperti ini sangat penting supaya ibadah haji kita sesuai aturan yang ada,” katanya.
Ia lalu mengingatkan para calon tamu Allah agar tidak membawa motivasi duniawi ke Tanah Suci.
“Kita perlu menata niat, bahwa ibadah haji hanyalah lillah, hanya karena Allah, bukan karena gelar atau pujian,” tuturnya.
Di tengah berbagai perubahan sistem, antrean panjang, dan aturan yang semakin ketat, pesan itu terasa menjadi inti dari seluruh persiapan: bahwa pada akhirnya, perjalanan haji tetaplah perjalanan menuju ketulusan. (zuh)
