Polytron Optimis Mobil Listrik Barunya Langsung CKD di Indonesia. (foto dok polytron)

Gebrakan 50 Tahun, Polytron Optimis Mobil Listrik Barunya Langsung CKD di Indonesia

Polytron mematok target ambisius untuk mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen pada tahun ini atau paling lambat 2027. Saat ini, rata-rata TKDN produk mereka berada di kisaran 40 persen.

Redaksi OtotekInfo
4 Min Read

OTOTEKINFO.COM– Sahabat ototek info, pasar kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) Indonesia di tahun 2026 dipastikan tidak hanya akan menjadi panggung bagi merek-merek asal Tiongkok.

Polytron, raksasa elektronik kebanggaan Indonesia, secara resmi mengonfirmasi kesiapannya meluncurkan lini mobil listrik terbaru yang dirakit sepenuhnya di dalam negeri.

Memasuki usia emas ke-50 tahun, perusahaan yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah ini menegaskan posisi mereka sebagai pemain lokal yang memiliki basis Research and Development (R&D) kuat.

Melalui strategi matang, Polytron berambisi membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di tengah gempuran brand raksasa global.

Bocoran Model: MPV atau SUV?

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, dalam sesi wawancara Selasa (20/1/2026), mengungkapkan bahwa perusahaan sedang menyiapkan amunisi baru untuk segmen roda empat. Meski masih merahasiakan spesifikasi detail, Tekno memberikan isyarat kuat mengenai segmen yang diincar.

BACA JUGA: Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy A37, A57, hingga S26+: Fast Charging 45W Jadi Standar Baru

“Sangat mungkin (modelnya berbentuk MPV atau SUV). Kami terbuka untuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, tidak terbatas pada satu mitra saja,” jelas Tekno.

Ia menambahkan bahwa Polytron fleksibel mencari platform yang sesuai dengan karakteristik jalanan Indonesia, bahkan tidak menutup kemungkinan bekerja sama dengan mitra dari luar China, seperti India.

Strategi “Haram” Impor CBU: Langsung CKD!

Berbeda dengan banyak merek pendatang baru yang melakukan tes pasar lewat impor utuh (CBU), Polytron mengambil langkah berani. Seluruh mobil listrik yang dirilis tahun 2026 dipastikan langsung melalui proses perakitan lokal atau Completely Knocked Down (CKD).

Langkah ini diambil demi efisiensi biaya dan kepastian harga kompetitif bagi konsumen. “Impor CBU sudah tidak memiliki insentif yang menarik. Maka, jalur perakitan lokal adalah satu-satunya pilihan agar bisnis ini tetap sustainable,” tegas Tekno.

Akselerasi TKDN 60 Persen

Polytron mematok target ambisius untuk mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen pada tahun ini atau paling lambat 2027. Saat ini, rata-rata TKDN produk mereka berada di kisaran 40 persen.

BACA JUGA: Cara Aktivasi Internet Rakyat: Inovasi 5G FWA, Hanya 100 Ribu Bisa Dapat Speed 100 Mbps Unlimited

Untuk mengejar angka tersebut, Polytron memperkuat divisi R&D dengan menambah tenaga ahli dari 600 orang menjadi 700 orang di tahun 2025. Investasi besar juga digelontorkan untuk teknologi perakitan canggih, termasuk penggunaan sistem pengecatan robotik guna menjamin presisi dan standar keselamatan internasional.

Menghindari “Perang Harga” yang Destruktif

Menanggapi strategi harga agresif dari merek-merek China, Polytron memilih untuk tetap tenang. Tekno Wibowo menegaskan bahwa industri EV adalah lari maraton, bukan lari sprint.

“Kami tidak ingin kehabisan napas di awal karena ekspansi yang ugal-ugalan. Fokus kami adalah edukasi konsumen agar membeli kendaraan sesuai kebutuhan, bukan sekadar ikut tren atau Spec-War yang sering mengecewakan di kemudian hari,” paparnya.

BACA JUGA: Update 10 HP Android Kamera Terbaik 2026: Pilihan Tepat untuk Konten Kreator dan Fotografer

Respons Terhadap Wacana Mobil Nasional (Mobnas)

Terkait isu keterlibatan Polytron dalam proyek Mobil Nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, manajemen bersikap realistis. Hingga kini, Polytron mengaku belum terlibat dalam diskusi formal tersebut.

“Kami fokus menjalankan bisnis secara profesional. Ada subsidi atau tidak, diberi label Mobnas atau tidak, Polytron harus mampu mandiri dan bertahan di pasar,” ungkap Tekno, seraya mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah proyek-proyek otomotif nasional masa lalu.

Dengan jaringan layanan purnajual mencapai 64 service center di seluruh Indonesia, Polytron optimis ketangguhan brand lokal akan menjadi nilai tambah yang tak ternilai bagi konsumen Indonesia yang mencari durabilitas dan jaminan jangka panjang. (zuh)

 

 

Share This Article
Tidak ada komentar