OTOTEKINFO.COM – Samsung tampaknya mulai merespons keluhan pengguna terkait kecepatan pengisian daya. Berdasarkan temuan terbaru dari database sertifikasi TÜV dan Geekbench, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu bersiap menghadirkan peningkatan signifikan pada lini ponsel 2026, termasuk membawa fitur premium ke segmen yang lebih terjangkau.
Langkah ini menandai perubahan strategi Samsung yang selama ini membedakan kelas perangkat melalui kapasitas pengisian daya.
Samsung Galaxy A37 5G: Exynos 1480 dengan Sentuhan GPU AMD
Galaxy A37 5G diprediksi menjadi pilihan menarik di kelas menengah. Mengantongi nomor model SM-A376, perangkat ini terdeteksi menggunakan chipset Exynos 1480 yang dipadukan dengan GPU Xclipse 530 berbasis arsitektur AMD RDNA.
Kombinasi tersebut diyakini mampu memberikan performa grafis yang lebih stabil, terutama untuk kebutuhan gaming ringan hingga multitasking harian. Peningkatan paling mencolok hadir pada sektor baterai. Galaxy A37 5G disebut membawa kapasitas 4.905 mAh yang kemungkinan akan dipasarkan sebagai 5.000 mAh, lengkap dengan dukungan fast charging 45W.
Fitur ini menjadi terobosan besar, mengingat sebelumnya pengisian daya 45W hanya tersedia pada lini flagship Galaxy S.
BACA JUGA : Waspada Bocor Halus, 9 Alasan Mengapa Ban Tubeless Anda Bocor Halus dan Cara Mendeteksinya
Samsung Galaxy A57 5G: Andalan Upper-Midrange dengan RAM Jumbo
Naik ke kelas yang lebih tinggi, Samsung Galaxy A57 5G (SM-A576) disiapkan sebagai pemain kuat di segmen menengah atas. Ponsel ini akan ditenagai chipset Exynos 1680 generasi terbaru dengan GPU Xclipse 550 yang lebih bertenaga.
Galaxy A57 5G dikabarkan hadir dengan opsi RAM hingga 12 GB serta menjalankan Android 16 langsung dari pabrik. Dengan spesifikasi tersebut, perangkat ini digadang-gadang memiliki usia pakai panjang dan siap untuk pembaruan software ke depan. Sama seperti A37, Samsung juga menyematkan fast charging 45W, menandai berakhirnya era pengisian daya 25W pada seri A5x.
Samsung Galaxy S26+: Kembali ke Formulasi Klasik
Rumor mengenai penghapusan varian “Edge” atau “Pro” di seri Galaxy S26 semakin menguat. Samsung disebut akan kembali ke formula tiga model utama: Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra.
Galaxy S26+ (SM-S947) diperkirakan membawa baterai berkapasitas 4.755 mAh. Meski secara angka berada di bawah seri A, optimalisasi daya pada chipset flagship diyakini mampu memberikan efisiensi baterai yang lebih baik. Dukungan pengisian daya 45W tetap dipertahankan untuk menunjang kebutuhan pengguna profesional.

Analisis Awal: Plus dan Minus
Kelebihan:
- Standarisasi fast charging 45W dari seri A hingga S.
- GPU berbasis AMD mulai merata di kelas menengah.
- Android 16 hadir langsung sejak peluncuran.
BACA JUGA: Sentuhan Serba Hitam! New Creta Alpha Jadi Jagoan Baru Hyundai Tahun 2026 di Segmen Compact SUV
Kekurangan:
- Kapasitas baterai Galaxy S26+ dinilai stagnan.
- Penggunaan chipset Exynos masih menuai pro dan kontra di sejumlah pasar, termasuk Indonesia.
Mengapa Bocoran Ini Menarik?
Hal paling mencolok dari bocoran ini adalah penyamaan fitur pengisian daya. Selama bertahun-tahun, Samsung menjadikan kecepatan charging sebagai pembeda utama antarseri. Dengan membawa 45W ke Galaxy A37, Samsung tampaknya mulai merespons agresivitas merek Tiongkok yang menawarkan pengisian daya super cepat di harga kompetitif.
Penggunaan kode model SM-S947 untuk Galaxy S26+ juga mengindikasikan fokus Samsung pada penyempurnaan lini yang ada, alih-alih menambah varian baru yang berpotensi membingungkan konsumen.
Perkiraan Jadwal Rilis
Mengacu pada bocoran dari tipster Abhishek Yadav, Galaxy A37 dan A57 5G diperkirakan meluncur pada Februari 2026. Sementara itu, ajang Galaxy Unpacked untuk seri S26 diprediksi berlangsung pada akhir Februari 2026. Untuk pasar Indonesia, ketersediaan unit biasanya menyusul sekitar satu hingga dua minggu setelah peluncuran global. (zuh)
