OTOTEKINFO.COM- Sahabat ototek info, menjelang libur akhir tahun, perjalanan darat menjadi pilihan favorit banyak keluarga Indonesia. Dari menyusuri jalur pantai hingga menembus pegunungan, road trip menawarkan pengalaman wisata yang lebih personal. Di tengah tren tersebut, mobil hibrida (atau hybrid) kian dilirik sebagai teman perjalanan berkat efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara.
Dalam lima tahun terakhir, penggunaan mobil hibrida di Indonesia melonjak tajam hingga 7.511 persen. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik membuat kendaraan ini ideal untuk perjalanan jarak jauh, termasuk liburan akhir tahun yang sarat aktivitas dan mobilitas tinggi. Namun, agar perjalanan tetap lancar dan hemat energi, pengemudi perlu memahami cara memaksimalkan potensi kendaraan hibrida.
Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) Hankook Tire Sales Indonesia, menuturkan bahwa mobil hibrida menawarkan efisiensi sekaligus performa yang seimbang, terutama untuk perjalanan panjang.
BACA JUGA: Liburan Natal dan Tahun Baru, Ini 6 Destinasi Road Trip Terbaik di Indonesia yang Bisa Dicoba
“Mobil hybrid menjadi solusi transisi menuju kendaraan listrik sepenuhnya. Agar manfaatnya terasa optimal, pengendara perlu memahami teknik berkendara dan perawatan, sehingga fitur seperti pengereman regeneratif dan eco driving dapat bekerja maksimal,” ujarnya.
Persiapan Penting Sebelum Berangkat
Langkah awal sebelum memulai liburan adalah memastikan sistem pendinginan bekerja dengan baik. Mobil hibrida memiliki baterai dan inverter yang sensitif terhadap panas. Karena itu, sistem pendingin mesin dan baterai perlu dicek secara menyeluruh untuk mencegah overheat, terutama saat terjebak kemacetan panjang. Idealnya, suhu mesin dijaga pada rentang 80–100 derajat Celsius, dengan penggantian cairan pendingin setiap 40.000 kilometer sesuai anjuran pabrikan.
Saat melaju di jalan tol, pengemudi disarankan menjaga kecepatan konstan. Fitur cruise control dapat dimanfaatkan ketika kondisi lalu lintas lengang untuk menghindari akselerasi agresif yang boros energi. Namun, fitur ini sebaiknya tidak digunakan saat hujan lebat atau melintasi medan menanjak demi keselamatan.
Hal lain yang kerap luput dari perhatian adalah kebiasaan memindahkan tuas transmisi ke posisi netral saat melambat. Pada mobil hibrida, posisi ini justru menonaktifkan sistem pengereman regeneratif. Tetap gunakan posisi Drive (D) agar energi dari deselerasi dapat dikonversi menjadi daya listrik untuk mengisi baterai.
Maksimalkan Mode Berkendara dan Ban
Di kawasan perkotaan atau saat terjebak macet menuju destinasi wisata, manfaatkan EV Mode agar kendaraan berjalan menggunakan motor listrik. Pastikan daya baterai berada di atas 40 persen agar mode ini bekerja optimal, sehingga perjalanan terasa lebih senyap dan hemat bahan bakar.
Selain itu, pemilihan ban juga berperan besar dalam kenyamanan dan efisiensi perjalanan. Ban dengan hambatan gulir rendah dapat membantu menghemat konsumsi energi hingga 23 persen. Hankook Tire, misalnya, menghadirkan iON Evo AS yang dirancang khusus untuk kendaraan elektrifikasi dengan stabilitas tinggi saat bermanuver di jalur luar kota.
Bagi wisatawan yang sering melintasi jalan basah atau hujan, Hankook Ventus S1 Evo3 menjadi alternatif dengan kemampuan mencegah hydroplaning tanpa mengurangi kendali. Seluruh produk ini tersedia di jaringan diler Hankook Master di berbagai kota di Indonesia.
Dengan persiapan yang tepat dan pemahaman karakter mobil hibrida, perjalanan liburan akhir tahun bukan hanya lebih hemat, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman dan menyenangkan hingga tiba di destinasi impian. (zuh)
