Ototekinfo.com – Sahabat Ototek Info, banjir selalu datang tanpa mengenal waktu. Ketika air meluap, bukan hanya rumah yang terendam, tetapi juga kendaraan, termasuk mobil kesayangan. Tak sedikit mobil di berbagai kawasan yang tenggelam bahkan terseret arus. Untuk mencegah kerusakan besar yang berujung kerugian materi, pemilik kendaraan perlu memahami langkah antisipasi yang tepat.
Bak pepatah “lebih baik mencegah daripada memperbaiki”, mengetahui tindakan preventif sebelum air menggenang bisa menyelamatkan kantong Anda. Berikut tujuh hal penting yang wajib dilakukan saat mobil menghadapi banjir.
- Lepas Kabel Aki untuk Amankan Sistem Kelistrikan
Jika waktu tidak memungkinkan memindahkan mobil ke lokasi yang lebih tinggi, tindakan pertama adalah memutus arus listrik dengan melepas kabel negatif aki.
Menurut Finsenda Lika, CEO Dokter Mobil, aki adalah pusat kelistrikan yang terhubung ke beragam perangkat seperti instrumen cluster, lampu, dan audio. Air merupakan penghantar kuat dan dapat memicu korsleting hingga merusak komponen listrik.
“Kalau mau lebih aman, lepas saja akinya sekalian,” ujar pria yang akrab disapa Lung Lung.
BACA JUGA : Berakhir, GAIKINDO Umumkan Pencapaian Manis GJAW 2025, Pengunjung Melonjak, Transaksi Peserta Memuaskan
- Jangan Gunakan Rem Parkir
Bukan hanya mesin yang terancam, tetapi juga area kaki-kaki, terutama rem. Pada kondisi basah, kampas rem—terutama jenis tromol—bisa mengembang dan menempel pada roda.
Lung Lung memperingatkan: “Saat harus meninggalkan mobil dalam kondisi banjir, jangan pakai rem tangan. Cukup ganjal ban dengan batu atau balok kayu.”
Untuk tambahan keamanan, masukkan persneling ke gigi 1 (manual) atau posisi P (otomatis).
- Pahami Posisi Intake Sebelum Menerjang Banjir
Jika terpaksa melewati genangan, kenali posisi intake udara mobil Anda. Lihat kembali buku manual karena tiap model memiliki letak berbeda.
Dhaniar, Service Advisor Auto2000 Permata Hijau menjelaskan: “Kalau intake tinggi, relatif aman. Tapi kalau posisinya rendah, jangan memacu gas. Semakin digas, semakin kencang sedotan udara dan risiko air masuk makin besar.”
- Gunakan Ban Sebagai Patokan Aman
Sebelum memindahkan mobil yang sudah dikepung air, perhatikan ketinggian banjir. Bila air sudah mencapai setengah ban atau lebih, batalkan niat memindahkan kendaraan.
Ini juga berlaku saat berkendara di jalan. “Jika air sudah setinggi itu, jangan diteruskan,” tegas Dhaniar.
- Berkendara Pelan Saat Melewati Genangan
Saat harus melibas banjir, hindari memacu mobil terlalu cepat. Gelombang air dari laju tinggi bisa merusak bumper, memercik kaca depan, dan membatasi pandangan.
Dhaniar menyarankan: “Lewati banjir dengan santai, cukup pakai gigi 1 atau posisi D untuk matic. Jalan pelan menjaga traksi ban dan mengurangi risiko air tersedot intake.”
Selain itu, usahakan tidak berhenti di tengah banjir dan ikuti aliran gelombang air.
- Jangan Menyalakan Mesin Setelah Terendam
Ketika terkena banjir, jangan menyalakan mesin. Ini pantangan terbesar. “Kalau mobil habis terendam, jangan coba-coba menghidupkan mesin,” tegas Lung Lung.
Menyalakan mesin berpotensi menyebabkan water hammer, kerusakan fatal yang sangat mahal diperbaiki. Selama mesin tidak dihidupkan, kemungkinan mobil kembali normal tetap besar.
Selain itu, perusahaan asuransi umumnya tidak meng-cover kerusakan bila mobil dinyalakan setelah terendam.
- Periksa Oli dan Kuras Bahan Bakar
Saat tiba di bengkel, teknisi wajib memeriksa kondisi oli mesin, oli transmisi, dan fluida lainnya. Air hampir pasti mencampur fluida ketika terendam.
Dhaniar menambahkan kalau mobil terendam hingga setengah bodi, kuras tangki bahan bakar. “Air yang masuk ke tangki bisa memicu karat dan korosi,” kata dia. (zuh)
